
27 Jun Bayi itu Bernama Jurnal Pembelajaran Sastra
Alhamdulillah. Puji syukur ya Tuhan, akhirnya lahir juga bayi yang diimpikan oleh banyak pihak itu. Bayi itu diberi nama Jurnal Pembelajaran Sastra. Sudah melewati satu dasa warsa yang lalu jurnal ini direkomendasikan oleh para peserta Konferensi Internasional HISKI XIX di Batu tahun 2008 untuk diterbitkan oleh HISKI Komisariat Malang. Usulan rekomendasi tersebut selaras dengan tema besar konfeferensi waktu itu: Pentingnya Pembelajaran Sastra dalam Pengembangan Karakter Bangsa.
Betapa lama embrio jurnal ini mengeram dalam kandungan HISKI untuk menjadi janin dan akhirnya dapat lahir; atau barangkali sudah tidak lagi diingat oleh kebanyakan peserta waktu itu bahwa salah satu rekomendasi konferensi adalah membuat jurnal pembelajaran sastra. Bisa jadi juga, para peserta terserap oleh kesibukan masing-masing sehingga tanpa disengaja melupakannya dan/atau menerapkan etika ketimuran dengan asumsi positif mereka bahwa anggota HISKI Komisariat Malang tetap ingin mewujudkannya hanya karena kesibukan mereka sehingga amanah itu belum berhasil diwujudkan. Mengenai hal ini, silakan pembaca menyimpulkan sendiri berdasarkan persepsi masing-masing. Yang sekarang menjadi jelas adalah bahwa jurnal itu pada akhirnya lahir juga.
Persis sama dengan bayi yang baru dilahirkan, Jurnal Pembelajaran Sastra masih belum dapat berbuat banyak kecuali hanya menangis ketika mengalami masalah. Alih-alih mnyelesaikan masalahnya sendiri, tangisan itu justru meresahkan, bahkan merepotkan lingkungan di sekitarnya. Akan tetapi, bagi orang tua atau sanak kerabat yang merindukannya, tangisan itu menjadi penyemangat mereka untuk sigap menolong mendiamkan tangisnya dengan menyelesaikan masalahnya. Bagaimana wujud nyatanya perkenankan Redaksi menceritakan kisah sebelum dan saat kelahirannya.
Ketika belum lahir, warga HISKI Komisariat Malang tak bosan-bosan membicarakannya dari berbagai sudut mandang untuk memperoleh asupan gizi yang baik untuk sang janin jurnal. Panjang dan berlarut-larut diskusi mengenai hal itu, yang pada akhirnya, berdasarkan pertemuan Arisan HISKI Komisariat Malang di Universitas Machung pada 9 Desember 2017. Dibentuklah Dewan Redaksi Jurnal yang belum terbentuk itu. Mulai saat itu, serangkaian pertemuan dilaksanakan untuk merealisasikan penerbitannya. Banyak fihak mulai dihubungi untuk memperoleh artikel yang akan mengisi edisi pertama. Seluruh Anggota HISKI adalah orang tua dan sanak kerabat sang calon bayi jurnal. Oleh sebab itu, lepas dari berbagai kekurangan yang ada, Redaksi telah berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan artikel-artikel terbaik yang diperlukan. Tendangan-tendangan lembut sang calon bayi jurnal itu kahirnya menyentuh berbagai pihak dan sanak kerabat itu. Akhirnya, sejumlah artikel mampu didapat dan sekarang siap dinikmati.
Apabila di sana-sini masih didapati kekurangan, itulah penampakan bayi yang kita rindukan itu. Sekali lagi, sang bayi jurnal masih tidak bisa menjanjikan apa-apa kecuali harapan; itupun jika orang tua dan sanak kerabatnya, HISKI dan para warganya, “Sayuk sa eka praya hanyengkuyung kehadirannya.” (Bersatu padu, berbulat tekad untuk mendukung dan membesarkannya.). Janji kum, jika diharapkan, belum bisa dipersembahkan dengan bangga karena jurnal ini belum masuk peringkat SINTA. Jurnal Pembelajaran, yang masih baru lahir ini, masih berharap belas kasih dari sanak kerabat dan handai taulan keluarga besar HISKI untuk merelakan karya-karya kritis dan cantik yang dihasilkan untuk dikirim dan diterbitkan di jurnal ini tanpa mengharapkan apa pun kecuali secuil harapan agar bayi jurnal ini tumbuh sehat dan kuat sehingga menjadi kebanggaan kita bersama.
Akhirnya, Redaksi hanya dapat berucap “Selamat menikmati kehadiran Jurnal Pembelajaran Sastra dan menengadahkan tangan kepada semua pihak untuk mendukung kelahirannya dengan menyumbangkan karya-karyanya.